<%@ Language=JavaScript %> Ibadah K-I-T-A :Kajian Ibadah Tauhid : Hukum Sar'i : Dalil Naqli
 

http://www.bisnisblogger.info/bpc/index.php?section=serve&id=38&affid=115&output=html  

 

 

 

 

E n g l i s h

 

Kajian Ibadah Tauhid

Hukum Sar'i

 

Post By : Myrazano

 

KH Noer Alie

Ibadah. Ibadah Tauhid. Kajian Ibadah Tauhid. Dari lima Macam jenis hukum yang telah didisampaikan pada kajian sebelumnya ( Wajib, Sunat, Haram, Makruh, Mubah ) disebut dengan hukum sar’i. Penetapan hukum sar’i didasarkan atas dua pertimbangan atau merujuk kepada dua macam dalil rujukan yaitu :

 

A

 

 Dalil Naqli

 

 

Dalil Naqli. Dalil naqli adalah dalil yang berdasarkan kepada penetapan – penetapan yang sudah ditetapkan Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Penetapan itu berupa penetapan yang bersifat pasti ataupun penetapan – penetapan yang membutuhkan penafsiran lebih lanjut

 

Berdasarkan struktur dan tingkatannya. Dalil naqli dapat dibedakan atas empat tingkatan. Tingkatan itu merupakan struktur bertingkat. Artinya Dalil yang berada pada tingkatan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan atau berlawanan dengan dalil yang berada diatasnya. Apabila ditemukan dalil yang saling bertentangan, atau dalil hukum sar’i yang tidak cocok antara satu dalil dengan dalil lainnya, maka dalil yang dipakai adalah dalil yang paling dekat pengertiannya dengan dalil yang berada diatasnya

 

Struktur dalil hukum sar’i tersebut adalah  :

 

1.

 

Al-Quran.

 

 

Kitab suci Al-Quran. Kitab suci Al-Quran menempati urutan pertama dalam struktur hukum sar’i. Pengertian Al-Qur’an sebagai dalil hukum sar’i adalah sesuai dengan posisi Al-Quran sebagai sumber hukum tertinggi. Setiap penetapan hukum sar’i harus dan mutlak tidak boleh bertentangan dengan kitab suci Al-Quran

 

2.

 

Hadist

 

 

Hadist. Hadist dalam struktur hukum sar’i menempati urutan kedua setelah kitab suci Al-Quran. Artinya hadist posisinya tepat berada dibawah Al-Quran sebagai kitan hukum. Poisisi hadist dalam struktur hukum sar’i bersifat penafsiran dan penjelasan dari hukum – hukum sar’i yang sudah ditetapkan dalam Al-Quran sebagai kitab hukum tertinggi.

 

3.

 

Ijmak

 

 

Ijmak. Ijmak berarti kesepakatan beberapa orang atas suatu persoalan hukum yang timbul dalam hukum sar’i. Persoalan – persoalan itu terbatas pada persoalan yang dalam Al-Quran  sebagai kitab hukum utama dan hadist sebagai rincian penjelasan Al-Quran tidak ditemukan keterangan yang jelas atau keterangan yang terperinci.

 

Penetapan – penetapan hukum sar’i dengan metoda ijmak ini tidak boleh merupakan penetapan hukum tersendiri. Tapi tetap merupakan penjelasan hukum yang berada diatasnya berrdasarkan wawasaan para ulama yang sudah menguasai ilmunya dengan baik. Serta petimbangan azas manfaat dan mudharatnya dari suatu penetapan hukum terhadap umat

 

4.

 

Qiyas.

 

 

Qiyas. Qiyas berarti mencari persamaan dari persolan hukum sari’i yang timbul dengan hukum – hukum yang sudah ditetapkan dalam Al-Quran dan Hadist serta hukum ijmak.

 

Penetapan persamaan hukum sar’i dengan metoda Qiyas dapat dilihat pada penetapan hukum alkohol yang disamakan dengan khamar. Pernyataan alkohol tidak terdapat dalam Al-Quran dan HAdist, tetapi alkohol tersebut mempunyai dampak yang sama dengan khamar yatu minuman yang memabukkan.

 

Penetapan hukum qiyas, disamping tetap mengacu kepada Al-Quran sebagai kitab hukum dan sebagai landasan hukum utama. Hukum Qiyas tetap tidak bisa ditetapkan secara sebarangan. Hukum qiyas tetapi harus berdasarkan pendapat para ulama dan para ahli yang terkait, berdasarkan azas manfaat dan mudharat yang sesuai dengan al-quran dan hadist.

 

 

 

Halaman

:

 

0

1

2

3

 

2

 

Diarsipkan Dibawah  :  Ibadah Kita

 

K - I - T - A

 

Google bot last visit powered by Bots Visit

Yahoo bot last visit powered by  Bots Visit

Msn bot last visit powered by  Bots Visit

powered by PrMania.Net    

 

 

 

 

 

 

 

 

Kajian Ilmu Tauhid Awam

Merupakan Pemahaman Baru Ilmu

Tauhid Bagi Orang Awam Dalam Upaya

Memaksimalkan Nilai dan Kualitas

Ibadah dan Akhlak

Yang Bernilai Hidayah

 Sesuai Dengan Tuntunan

 Rasulullah Muhammad SAW

 

 
           
 

 
 

Sanggahan, Bantahan, Pertanyaan, Saran, Komentar dan Konsultasi Mohon Hubungi Kita

 

tidak DILARANG KERAS MEMPERBANYAK & MENYEBARLUASKAN MATERI KAJIAN untuk kepentingan sosial dengan tetap mencantumkan Sumber Kajian

 

 
   
 

 
 

Rumah Kita

Artikel Kita

Tauhid Kita

Ibadah Kita

Akhlak Kita

Forum Kita

Arsip Kita

Hubungi Kita

Myrazano

 

Upadate

01 Ags 08

 

 

 

 

 

 

 
   

 

... Link Kita ...

   

 

Berkenalan Dengan Iblis

 

My Tauhid

 

Tauhid For Kids

 

Get Acquainted With Dickens

 

Link Web Indonesia

 

Rumah Sakit di Singapore 

 

Bikin Duit Yuk ... !!!

   

 

 

 

 

MUTIARA HIKMAH

Akan terlihat nyata kebenaran seorang hamba dari kepura - puraan dalam waktu susah dan waktu lapang. Barang siapa mengeluh pada hari - hari naas dia termasuk orang yang bohong ( Ibnu Atha )

 

 

 

MUTIARA ILMU

Pendidikan agama menempati posisi penting dalam pembentukan watak dan karakter manusia karena apabila jiwa tidak diisi dengan pendidikan agama yang cukup, syetan akan memanfaatkan ruang - ruang kosong dalam diri manusia dengan ajaran akhak yang buruk dan syetan adalah makhluk yang suka berbohong ( myrazano )

 
   

.... Tips Sukses dari Myrazano ....

   
   

 

 

 

   
   

random tips akan berubah setiap kali reload 

   

 

 

Dikunjungi

Free Hit Counter
kali 

 

 

Rumah Kita

Artikel Kita

Tauhid Kita

Ibadah Kita

Akhlak Kita

Forum kita

Arsip Kita

Hubungi Kita

Ke atas

 
 

© Copyright myrazano Agustus 2008