<%@ Language=VBScript %> Hukum dan Dalil Ibadah
     
 

http://www.bisnisblogger.info/bpc/index.php?section=serve&id=38&affid=115&output=html  

 

 

 

 

E n g l i s h   English Version

 

Kajian Ibadah Tauhid

Hukum dan Dalil Ibadah

 

By : Myrazano

 

KH Noer Alie

Ibadah. Kajian Ibadah Tauhid. Hukum dan Dalil Ibadah. Dalam Arti luas ibadah berati melaksanakan seluruh perintah sesuai dengan sarat dan rukun yang sudah ditetapkan kepada manusia melalui nabi dan rasul yang diutus Allah yaitu Nabi Besar Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dengan Agama Islam sebagai agama terakhir yang sempurna

 

Dari pengertian tersebut dapat difahami bahwa ibadah merupakan suatu aktvitas yang terikat dengan tata aturan hukum Allah. Sehingga ibadah yang diterima Allah hanyalah ibadah yang mengakui dan mempercayai aturan hukum yang sudah ditetapkan Allah. Dan nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang mendapat perintah menyampaikan tata aturan  hukum Allah kepada umat manusia

 

Dalam tata hukum islam dikenal lima jenis hukum yang mengatur permasalahan ibadah umat. Semua tata Hukum tersebut harus berdasarkan atas dalil - dalil yang benar yaitu Al-quran dan Hadit nabi besar Muhammad SAW

 

Lima jenis dalil hukum tersebut adalah  :

 

1

Wajib

 

 

Wajib berarti perintah untuk melaksanakan suatu peribadatan sesuai dengan sarat dan rukun yang sudah ditetapkan . Perintah tersebut disertai imbalan bagi yang mau mengerjakan dan sangsi bagi yang tidak mau mengerjakan. Secara sederhana dikenal dengan peryataan  " Wajib itu berarti Kalau dikerjakan akan mendapat pahala dan kalau ditinggalkan akan mendapat dosa dari Allah dan dinyatakan sebagai orang yang ingkar terhadap perintah Allah "

 

2

Sunat

 

 

Sunat berarti perintah untuk melaksanakan sebuah peribadatan sesuai dengan sarat dan rukun yang sudah ditetapkan. Perintah sunat ini hanya berlaku kepada siapa yang sanggup untuk melaksanakannya. Perintah sunat ini disertai dengan imbalan bagi yang mau melaksanakannya dan tidak ada sangsi bagi yang tidak sanggup untuk melaksanakannya. Secara sederhana dikenal dengan peryataan " Sunat itu berarti kalau dikerjakan mendapat pahala dari Allah dan kalau ditinggalkan tidak mendapat dosa "

 

3

Haram

 

 

Haram. Haram berarti perintah untuk meninggalkan suatu peribadatan atau perbuatan lain sebagainya yang sudah ditetapkan. Perintah tersebut disertai dengan sangsi bagi yang engkar dan tetap mengerjakannya dan imbalan pahal bagi yang sanggup meninggalkannya. Secara sederhana dikenal dengan peryataan " Haram itu berati kalau dikerjakan mendapat dosa dan kalau ditinggalkan mendapat pahala dari Allah "

 

4

Makruh

 

 

Makruh. Makruh berati perintah untuk meninggalkan suatu peribadatan kepada yang sanggup meninggalkannya. Perintah makruh ini disertai dengan imbalan bagi yang mau meninggalkanya dan tidak ada sangsi bagi yang tetap . Secara sederhana dikenal dengan peryataan " Makruh itu berati kalau dikerjakan tidak berdosa, kalau diditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah "

 

5

Mubah

 

 

Mubah. Mubah atau dikenal juga dengan harus berarti perintah membolehkan untuk megerjakan atau tidak mengerjakan sebuah peribadatan. Perintah mubah ini tidak disertai dengan sangsi bagi yang mengerjakan atau tidak mengerjakan. Secara sederhana dikenal dengan peryataan " Mubah berati kalai dikerjakan tidak mendapat pahala dan kalau ditinggalkan juga tidak berdosa "  

 

 

Dari lima Macam jenis hukum yang telah didisampaikan pada kajian sebelumnya ( Wajib, Sunat, Haram, Makruh, Mubah ) disebut dengan hukum sar’i. Penetapan hukum sar’i didasarkan atas dua pertimbangan atau merujuk kepada dua macam dalil rujukan yaitu :

 

A

Dalil Naqli

 

 

Dalil Naqli. Dalil naqli adalah dalil yang berdasarkan kepada penetapan yang sudah ditetapkan Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Penetapan itu berupa penetapan yang bersifat pasti ataupun penetapan – penetapan yang membutuhkan penafsiran lebih lanjut

 

Berdasarkan struktur dan tingkatannya. Dalil naqli dapat dibedakan atas empat tingkatan. Tingkatan itu merupakan struktur bertingkat. Artinya Dalil yang berada pada tingkatan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan atau berlawanan dengan dalil yang berada diatasnya. Apabila ditemukan dalil yang saling bertentangan, atau dalil hukum sar’i yang tidak cocok antara satu dalil dengan dalil lainnya, maka dalil yang dipakai adalah dalil yang paling dekat pengertiannya dengan dalil yang berada diatasnya

 

Struktur dalil hukum sar’i tersebut adalah  :

 

1.

Al-Quran.

 

 

Kitab suci Al-Quran. Kitab suci Al-Quran menempati urutan pertama dalam struktur hukum sar’i. Pengertian Al-Qur’an sebagai dalil hukum sar’i adalah sesuai dengan posisi Al-Quran sebagai sumber hukum tertinggi. Setiap penetapan hukum sar’i harus dan mutlak tidak boleh bertentangan dengan kitab suci Al-Quran

 

2.

Hadist

 

 

Hadist. Hadist dalam struktur hukum sar’i menempati urutan kedua setelah kitab suci Al-Quran. Artinya hadist posisinya tepat berada dibawah Al-Quran sebagai kitan hukum. Poisisi hadist dalam struktur hukum sar’i bersifat penafsiran dan penjelasan dari hukum – hukum sar’i yang sudah ditetapkan dalam Al-Quran sebagai kitab hukum tertinggi.

 

3.

Ijmak

 

 

Ijmak. Ijmak berarti kesepakatan beberapa orang atas suatu persoalan hukum yang timbul dalam hukum sar’i. Persoalan – persoalan itu terbatas pada persoalan yang dalam Al-Quran  sebagai kitab hukum utama dan hadist sebagai rincian penjelasan Al-Quran tidak ditemukan keterangan yang jelas atau keterangan yang terperinci.

 

Penetapan – penetapan hukum sar’i dengan metoda ijmak ini tidak boleh merupakan penetapan hukum tersendiri. Tapi tetap merupakan penjelasan hukum yang berada diatasnya berrdasarkan wawasaan para ulama yang sudah menguasai ilmunya dengan baik. Serta petimbangan azas manfaat dan mudharatnya dari suatu penetapan hukum terhadap umat

 

4.

Qiyas.

 

 

Qiyas. Qiyas berarti mencari persamaan dari persolan hukum sari’i yang timbul dengan hukum – hukum yang sudah ditetapkan dalam Al-Quran dan Hadist serta hukum ijmak.

 

Penetapan persamaan hukum sar’i dengan metoda Qiyas dapat dilihat pada penetapan hukum alkohol yang disamakan dengan khamar. Pernyataan alkohol tidak terdapat dalam Al-Quran dan HAdist, tetapi alkohol tersebut mempunyai dampak yang sama dengan khamar yatu minuman yang memabukkan.

 

Penetapan hukum qiyas, disamping tetap mengacu kepada Al-Quran sebagai kitab hukum dan sebagai landasan hukum utama. Hukum Qiyas tetap tidak bisa ditetapkan secara sebarangan. Hukum qiyas tetapi harus berdasarkan pendapat para ulama dan para ahli yang terkait, berdasarkan azas manfaat dan mudharat yang sesuai dengan al-quran dan hadist.

 

 

Dalil aqli berarti dalil hukum sar’i yang sesuai dengan akal sehat manusia. Manusia yang secara fisikologis mengalami goncangan kejiwaan tidak berhak menetapkan hukum akal. Pendapatnya wajib untuk ditolak.

 

Penetapan dalil aqli dalam hukum sar’i dilakukan setelah memperhatikan dan mempelajari hukum – hukum sar’i berdasarkan dalil – dali naqli  secara seksama

 

Dalil aqli ini melahirkan beberapa jenis hukum yaitu  :

 

B

 Dalil Aqli

 

 

1.

 

Wajib.

 

 

Wajib. Wajib dalam dalil aqli pada hukum sar’i adalah wajib pada akal. Artinya seluruh penetapan hukum sar’i yang sidah ditetapkan dapat diterima oleh akal sehat manusia. Baik wajib secara akal menerimanya ataupun wajib secara akal untuk menolaknya

 

2.

Mustahil.

 

 

Mustahil. Mustahil dalam dalil aqli pada hukum sar’i adalah mustahil pada akal. Artinya seluruh penetapan hukum sar’i yang sidah ditetapkan mustahil diterima oleh akal sehat manusia. Baik mustahil secara akal menerimanya ataupun mustahil secara akal untuk menolaknya

 

3.

Jaiz atau Mungkin.

 

 

Jaiz. Jaiz atau mungkin dalam dalil aqli pada hukum sar’i adalah mungkin pada akal. Artinya seluruh penetapan hukum sar’i yang sudah ditetapkan mungkin diterima oleh akal sehat manusia. Baik mungkin secara akal menerimanya ataupun mungkin secara akal untuk menolaknya

 

Hukum jaiz atau mungkin ini timbul karena keterbatasan akal manusia dalam menafsirkan suatu persoalan hukum yang timbul. Dalam peribadatan hukum jaiz atau mungkin pada akal ini lebih dekat kepada haram dan makruh

 

 

 

 

Archival at  :  Tauhid Kita

Kajian Ibadah Tauhid

Hukum dan Dalil Ibadah

 

K - I - T - A

 

Google bot last visit powered by Bots Visit

Yahoo bot last visit powered by  Bots Visit

Msn bot last visit powered by  Bots Visit

powered by PrMania.Net    

 

 

 

 

 

 

 

Kajian Ilmu Tauhid Awam

Merupakan Pemahaman Baru Ilmu

Tauhid Bagi Orang Awam Dalam Upaya

Memaksimalkan Nilai dan Kualitas

Ibadah dan Akhlak

Yang Bernilai Hidayah

 Sesuai Dengan Tuntunan

 Rasulullah Muhammad SAW

 

 
           
 

 
 

Sanggahan, Bantahan, Pertanyaan, Saran, Komentar dan Konsultasi Mohon Hubungi Kita

 

tidak DILARANG KERAS MEMPERBANYAK & MENYEBARLUASKAN MATERI KAJIAN untuk kepentingan sosial dengan tetap mencantumkan Sumber Kajian

 

 
   
   
 

 
 

Rumah Kita

Artikel Kita

Tauhid Kita

Ibadah Kita

Akhlak Kita

Forum Kita

Arsip Kita

Hubungi Kita

Myrazano

 

Upadate

01 Ags 08

 
 

 

 
 
   

 

... Link Kita ...

   

 

Berkenalan Dengan Iblis

 

My Tauhid

 

Tauhid For Kids

 

Get Acquainted With Dickens

 

Link Web Indonesia

 

Rumah Sakit di Singapore 

 

Bikin Duit Yuk ... !!!

   
   

 

 

 

 

MUTIARA HIKMAH

Akan terlihat nyata kebenaran seorang hamba dari kepura - puraan dalam waktu susah dan waktu lapang. Barang siapa mengeluh pada hari - hari naas dia termasuk orang yang bohong ( Ibnu Atha )

 

 

MUTIARA ILMU

Pendidikan agama menempati posisi penting dalam pembentukan watak dan karakter manusia karena apabila jiwa tidak diisi dengan pendidikan agama yang cukup, syetan akan memanfaatkan ruang - ruang kosong dalam diri manusia dengan ajaran akhak yang buruk dan syetan adalah makhluk yang suka berbohong ( myrazano )

 
 
 
 

 

   

.... Tips Sukses dari Myrazano ....

   
   

 

 

 

   
   

random tips akan berubah setiap kali reload 

   

 

 

Pengunjung K-I-T-A

Free Hit Counter
 

 

 

 
 

http://www.bisnisblogger.info/bpc/index.php?section=serve&id=38&affid=115&output=html

 

 

Rumah Kita

Artikel Kita

Tauhid Kita

Ibadah Kita

Akhlak Kita

Forum  Kita

Arsip Kita

Hubungi Kita

Ke atas

 
 

© Copyright myrazano Agustus 2008